Setahun tanpa ibu’

Setahun lalu tepatnya tanggal 8 januari 2008, menjadi tanggal yang sangat saya kenang. Karena pada saat itu, saya telah ditinggalkan oleh seseorang yang saya cintai dan sayangi untuk selamanya. Apakah ada yang tau?? ya benar… ibu saya. Ibu yang selalu menasehati, mengingatkan, menyemangati, sampai dengan membesarkanku, kini telah tiada.
Saya jadi ingat masa-masa dimana ibu’ masih belum meninggalkan saya. Saat makan steak di WS, ke jakarta maen ke tempat tante, dimarahin karena berantem sama kaka’, disuruh belajar, nganterin pulang kantor, makan ayam kremes depan kantor ibu’, mudik ke jawa timur, makan seafood, nemenin belanja, wah, itu adalah moment-moment yang sekarang saya rindukan.
Diantara moment-moment yang saya sebutkan tadi, hanya ada satu moment special yang tidak akan saya lupakan. Yaitu adalah moment dimana saya dan ibu’ maen ke jakarta di tempat tante tinggal. Yaa.. hanya berdua saja. Ibu’ yang pada waktu itu sedang menderita suatu penyakit, mampu membawa tubuhnya yang kurus itu ke jakarta. Mengapa moment ini menjadi penting bagi saya? karena di waktu perjalanan pulang ke jakarta, kereta yang saya tumpangi bersama dengan ibunda tercinta, tiba-tiba saja berhenti disuatu tempat. Kata pramusaji, kereta yang saya tumpangi tersebut berhenti karena ada kereta didepan saya yang mengalami kecelakaan. Akibat tragedi tersebut, semua penumpang di kereta saya terpaksa diangkut dengan menggunakan bus untuk bertukar dengan kereta lain.
Pada saat pergantian kereta itulah, saya menjadi satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas apa yang harus saya lakukan terhadap ibu saya. Saya juga bertanggung jawab atas barang-barang bawaan saya, karena tidak mungkin kalau ibu’ saya yang membawa barang bawaan yang terlampau berat itu. Setelah itu, saya dan ibu’ saya akhirnya mendapat kereta pengganti yang akan melanjutkan perjalanan pulang ke solo. Di dalam kereta pengganti tersebut, saya dan ibu’ saya mendapatkan keberuntungan. Yaitu mendapatkan bangku double di kelas executive, dimana bangku yang saya tempati tersebut berhadapan dengan bangku kosong yang dapat saya dan ibu saya pergunakan untuk merebahkan badan. Dan keesokan paginya, saya dapat menikmati pemandangan diluar kaca kereta dengan kaki yang dapat saya taruh di bangku kosong di depan saya. Sedangkan penumpang yang lainnya hanya dapat duduk saja.
Peristiwa itu, sekarang hanya menjadi kenangan saja untuk saya. Dan saya akan selalu mendo’akan ibu’ saya. Luv u mom’s . . . :(


sabar ya mo. percaya ibuk kamu dapat tempat terbaik di sana.
selalu doakan beliau ya…
hatur nuhun ya mas nakuragen atas pencerahannya . . .
saya jg yakin qo kalo ibu’ku pasti dapat tempat terbaik disana . . :)
moo. . iaang tabah iaa. .
hikz. . x’0
ho’oh ta’, makasih ea udah sempet mampir di blogkuu . .
:)
Sing tabah yo mas, do a ke trus bar salat n bca surat yaasiin pas mlm jmat..
Ok?
@ Bimo
ok ok bim , , ,
tengkiu ya? hehe . . .
smangad
Tau c. .
Mav aq taw dari blog mu yg dlu. .
Dan,menurut ku,ibuk mu pasti seneng bgt punya anak kayak kmu.
Org yg qta cintai gag penah bener2 tinggalin qta.
Mereka akan selalu ada d hati qta.
@ Ebik
hehehe . . . makasi ya bik . . .
btw, mari kita ngeBlog. hahaha . . .
Yg sbr m0,.
Biarkan semua mengalir apa adanya, jgn terlalu dipaksakan. . .
Wakakaka
bukankah begitu masz mam0??
wah, shout outku neng FS kui mas mursid. hahaha . . .
tpi, tengs ea??
hehehe . . .
saabaaarr mooo . .
aq dadi meh nangis moco blog mu kwi ,, huft
sntee meeenn . . jik ono mas mu , fadhil . gege
okok , , ,
btw tengs yo ren, wes nyempetin mampir . .
halah, masku pie. adhimu kui og. haha . .